Halloouu.. Gimana hari minggu kali ini?
Bagiku hari minggu ini sungguh penuh cerita.. Pagi-pagi dari kost menuju ke masjid Al Azhar, lantas berlanjut ke BSD City Tangerang.. Yup, aku ke Tangerang... Surpriseee
Bermula saat tahu ada pameran hunian di salah satu mall di sekitaran BSD City, yaitu tepatnya di mall living world. Langsung deh selagi masih hari minggu, pasang niat dan tancap gas menuju BSD City. Karena mendadak dan belum pernah ke Tangerang sama sekali, jadi agak beribet.. Mulai tanya-tanya ke temen di Al Azhar, 'Kendaraan umum apa sih yang bisa menuju ke BSD?' Sempet kepikiran mau naek kereta juga sih untuk kesana.. Ehh ternyata ada trans BSD di halte Ratu Plaza dan ada jadwalnya.
Setelah selesai mengaji di Al Azhar, langsung deh menuju Ratu Plaza dengan busway. Saat baru turun dari busway, aku dah melihat bus transBSD tiba di halte, wah dah seneng tuh kan... Eittss.. kok kayaknya ga keburu nih, mulai deh lari-lari di jembatan penyebrangan yang menghubungkan halte busway dan sisi jalan depan Ratu Plaza. Dan setibanya turun dari tangga, rasa kecewa muncul tiba-tiba, si transBSD pergi meninggalkan diriku. Hiks, serasa ingin teriak manggil pak supir dan kernet nya, tapi entah rasa maluku lebih gedhe ketimbang rasa takutku ditinggal bis. Ya sud lah.. Dengan hati yang terpaksa dan harap-harap cemas, aku menunggu bis berikutnya.
10 Menit berlalu, nggak masalah.. Kusibukkan diriku dengan membaca buku. 20 Menit berlalu, tetap menyibukkan diri dengan membaca tapi mulai tolah-toleh dengan hati cemas. 30 Menit berlalu, datang cowok keren turun dari taxi... Hmm bukan orang nya yang keren.. Tapi bawaannya, IPad boo.. Bayangin dia membawa Ipadnya cuman ditenteng aja, tanpa di taruh tas. Padahal di halte, kan rawan tuh... 40 Menit kemudian, kututup buku, kumasukkan ke dalam tas. Dan bersiap-siap dengan mata 'awas' melihat setiap kendaraan yang lewat. Jangan sampai si bis yang ditunggu-tunggu terlewatkan lagi. Iseng-iseng tanya si mas yang 'keren' ini, "Mas, kalo trans BSD lewat sini kan ya mas?" Dan si mas menjawab "Saya juga nunggu trans BSD kok mbak, bener kok lewat sini". OOhhh sip lah jadi ada temen galau menanti kedatangan si bis. Tak berapa lama kemudian datang yang dinanti-nanti. Eh ternyata di halte tadi banyak banget yang nunggu..
Di dalam bis, nyaman banget. Adeemm.. Setelah bayar tiket seharga Rp.12.000,- santai lah sedikit menikmati perjalanan setelah bergalau-galau ria di halte tadi, hihi.. Sekitar 1 jam perjalanan, tibalah di pemberhentianku, di German Center. Eh ternyata sudah ada pangeran berkuda menjemputku.
Diajak pangeran berkuda kemana saja? Living World, mall apik nan cantik tempat pameran tersebut diadakan. Mengumpulkan brosur, sholat, trus jalan-jalan sebentar.. Kata si pangeran berkuda, mall ini bagus banget saat malam hari. Dinding bangunan dari luar terbuat dari kaca, jadi kita bisa melihat pemandangan luar. Selain itu dekorasi dan setting cahaya adem tentrem dan romantis. Hehehe..
Setelah itu, perut keroncongan.. Ingin hati makan di mall tsb, tapi apalah daya sedang ngiriitt.. Jadi berpindahlah ke WTC serpong. Mall yang deket banget ama kos si pangeran berkuda. Eeitss setelah makan jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Wah ayo buruan ke terminal untuk pulang..
Iihh... cepet banget rasanya disana... Setelah mampir dulu ke ATM dan toko buku, tibalah kami di terminal. Untung saja, tak berlama-lama. Karena jam 16.00 adalah bus terakhir menuju jakarta. Syukurlah...
Dadah pangeran berkuda.. Terima kasih atas jamuannya.. Terima kasih juga sudah diajak jalan-jalan di sekitaran BSD City.
Minggu, 25 Maret 2012
Sabtu, 24 Maret 2012
Wisata Taman Monas
Selamat Pagi...
Pagi ini saya pergi ke monas bersama teman dekat saya... Dekat seperti, hmm.... Lanjut saja ya..
Saya sudah berkali-kali ke monas, untuk joging pagi hari jika tidak malas. Selain itu hanya sekedar lewat karena telah menyerah menunggu busway dari balai kota menuju gambir 2 yang tak kunjung-kunjung datang. Seperti yang Anda ketahui, sebenarnya dari halte balai kota menuju halte gambir dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki melintasi monas.
Yahh.. kali ini dalam situasi yang berbeda, saya berencana jalan-jalan ke monas bersama teman dekat saya itu... Tahukah anda, selain memasuki monas yang harus ditempuh melalui jalan bawah tanah, juga ada tempat menarik disana. Sayangnya aku baru tahu itu setelah 4 bulan berdomisili di sekitaran monas *tepok jidat*.
Setelah memasuki monas melalui sisi gerbang dekat stasiun gambir, berbelok lah ke kiri. Disana ada sekumpulan rusa tutul cantik eh cakep yang nampang-nampang layaknya artist yang siap ditonton oleh pengunjung. Ternyata saat itu si rusa menatapku dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata, "kakakk, aku lapar kakak.... beri aku makan kakakk...". Ah lebai banget ya.. Kemudian di dekat situ ada bapak-bapak penjual kacang panjang untuk memberi makan si rusa. Kupikir harga seikat kacang panjang bisa mencapai Rp.5000,- karena ini di monas, pasti agak mahal doong... Eh ternyata dugaanku salah, hanya Rp.2000,- saja. Sip laahh.. Beli yuuk..
Bener deh, kalian semua harus coba datang kesini.. Untuk foto-foto view nya juga bagus, asalkan punya rai gedhek aja dilihatin banyak orang waktu kita foto-foto. Hehe.Contohnya seperti..
Well, this is a nice saturday... Terima kasih teman dekat ku yang mau menemaniku dan jadi photographer. Jauh-jauh dari Tangerang dengan sepeda motor ber plat polisi 'L' nya, menjemputku pagi-pagi. Siapakah diaa... Taraaaa... Ini orangnya..
Pagi ini saya pergi ke monas bersama teman dekat saya... Dekat seperti, hmm.... Lanjut saja ya..
Saya sudah berkali-kali ke monas, untuk joging pagi hari jika tidak malas. Selain itu hanya sekedar lewat karena telah menyerah menunggu busway dari balai kota menuju gambir 2 yang tak kunjung-kunjung datang. Seperti yang Anda ketahui, sebenarnya dari halte balai kota menuju halte gambir dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki melintasi monas.
Yahh.. kali ini dalam situasi yang berbeda, saya berencana jalan-jalan ke monas bersama teman dekat saya itu... Tahukah anda, selain memasuki monas yang harus ditempuh melalui jalan bawah tanah, juga ada tempat menarik disana. Sayangnya aku baru tahu itu setelah 4 bulan berdomisili di sekitaran monas *tepok jidat*.
Setelah memasuki monas melalui sisi gerbang dekat stasiun gambir, berbelok lah ke kiri. Disana ada sekumpulan rusa tutul cantik eh cakep yang nampang-nampang layaknya artist yang siap ditonton oleh pengunjung. Ternyata saat itu si rusa menatapku dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata, "kakakk, aku lapar kakak.... beri aku makan kakakk...". Ah lebai banget ya.. Kemudian di dekat situ ada bapak-bapak penjual kacang panjang untuk memberi makan si rusa. Kupikir harga seikat kacang panjang bisa mencapai Rp.5000,- karena ini di monas, pasti agak mahal doong... Eh ternyata dugaanku salah, hanya Rp.2000,- saja. Sip laahh.. Beli yuuk..
Haapp.. Haapp.. Haapp... Lahap banget si rusa makannya.. Iihh seruu... Ternyata disana aku jadi pioneer tooh.. Anak-anak kecil disana langsung pada rengek-rengek minta dibeliin kacang panjang juga buat ibunya nyayur sayur asem. Eh salah... Minta kacang panjang untuk si rusa.
Setelah kacang panjang di tangan habis, yuuk lanjut jalan-jalan... Disana ada taman dengan banyak pohon-pohon, sejuuk banget. Ada jalan bebatuan untuk terapi kaki yang cukup panjang lintasannya. Banyak kursi-kursi DPR. Hmm maksudnya kursi-kursi Dibawah Pohon Rindang. Hehehe. Dan selain itu ada juga sesuatu yang sangat istimewa, yaitu.....Nasi pecel. Hehehehe lapar.. Makan dulu yuk selagi istirahat..
Bener deh, kalian semua harus coba datang kesini.. Untuk foto-foto view nya juga bagus, asalkan punya rai gedhek aja dilihatin banyak orang waktu kita foto-foto. Hehe.Contohnya seperti..
Lihat tuh banyak banget orang disana.. Itu sih masih yang terlihat di foto saja, yang tak terlihat masih banyak lagi. Hmm banyak anak kecilnya juga.. Dari bayi sampe anak-anak seumuran SD gitu. Memang tempatnya pas banget deh buat bersantai-santai dan buat tempat bermain anak kecil. Bahkan ada juga loh ibu-ibu yang membawa bayinya untuk dijemur, eh kayak jemuran baju aja ya.. Tapi, itu looh.. kan kalo masih bayi kadang perlu dijemur biar merasakan sinar matahari, ga tau juga sih ya itu sebenarnya itu bermanfaat untuk apa.
Oh iya, waktu itu juga kebetulan ada tontonan gratis. Hmm seharusnya bukan tontonan sih ya, tapi bagus loh.. Aku ga ambil gambarnya juga, dipikir ntar hoax lagi. Ada banyak tentara berbaris rapi kemudian melakukan yel-yel yang semangatnya keren abiiezz.. Jadi teringat waktu pendidikan militer di SCATA pengalengan bandung. Ada yel-yel nya juga, yang teriak-teriak penuh semangat.
Well, this is a nice saturday... Terima kasih teman dekat ku yang mau menemaniku dan jadi photographer. Jauh-jauh dari Tangerang dengan sepeda motor ber plat polisi 'L' nya, menjemputku pagi-pagi. Siapakah diaa... Taraaaa... Ini orangnya..
Selasa, 07 Februari 2012
Saat Donor Darah Untuk Pertama Kalinya
Hal itu terjadi berkali-kali. Setiap ada event donor darah yang diadakan di kampus berkali-kali tetap saja terlewatkan karena aku takut dan tak ada teman yang mau diajak untuk menemani. Sempat ingin mengajak kakakku, dan dia sudah bersedia menemani, tapi selalu saja terkendala sesuatu yang akhirnya tidak jadi juga.
"Wah gimana nih, udah sejak SMA keinginanku itu tertunda, masa udah kerja belum pernah sama sekali donor darah??" Kebetulan tadi pagi ada event donor darah di kantor kwarnas, dan aku telah membulatkan tekad. Walaupun tidak ada satupun teman yang mau diajak donor darah, aku akan tetap terus berjalan dan mendonorkan darahku.
Aku berangkat sendiri menuju ruang auditorium kwarnas. Suara langkahku beriringan dengan suara degup jantungku. Saat tiba disana yang kutemui adalah tentara, pegawai dishub, dan hanya beberapa pegawai pertamina. Duduk menunggu antrian dengan mulut yang terus komat-kamit membuatku jadi tak sabar untuk segera dieksekusi.
"Diana Wenny..!!" Terdengar suara lantang seseorang memanggil. Huaaa.. akhirnyaa.. akupun mengambil posisi terlentang dan tak lupa menutup kakiku dengan selimut. Saat jarum ditusukkan, bless... Ternyata benar rasanya hanya seperti digigit semut... Digigit semut bergigi raksasa..!!!
Hanya sekitar 15 menit prosesi tersebut. Akhirnya saat kantong darahku sudah penuh, terlepaslah sudah gigi raksasa semut itu dari tanganku.. Rasa syukur yang teramat sangat terucap padaku karena aku telah berani melewati rasa ketakutan ku selama ini, walau sebenarnya tanganku masih terasa kemeng hingga saat ini, pfuihh..
Kemudian aku langsung berdiri tegap, mengambil susu dan popmi yang diberikan panitia, dan segera kembali ke ruanganku yang berada di lt.10. Lift belum tiba dan belum terbuka di lt.10, pandanganku mulai kunang-kunang, badanku lemas dan pusing. Kulangsung segera membuka susu pemberian tadi dengan terburu-buru.
Pintu lift terbuka, aku langsung mengambil langkah cepat menuju lobi, dan tak kuat melangkah lagi hingga kuterduduk di sofa. Keringat dingin bercucuran, badan panas dingin, pusing, mual, macam2 rasanya. Seperti ini toh rasanya donor darah.
Tapi ini hanya awal mula kawan... Jika ada event lagi aku akan persiapkan diriku dengan baik. Makan yang banyak, minum yang banyak. Hehe.. Insya Allah niat baik akan dimudahkan oleh Allah SWT. Amiin...
Langganan:
Komentar (Atom)



