Pages

Ads 468x60px

Rabu, 04 Juli 2012

Mengais Jejak Harmoni Jakarta Tempo Doeloe

Siapa sih penduduk Jakarta yang tidak mengetahui daerah bernama Harmoni di Jakarta, rasanya semua pasti tahu. Disana pusat busway yang menuju ke berbagai trayek, istilahnya Harmoni Central Busway. Selain itu disana juga terdapat supermarket careffour yang lumayan besar dan lengkap. Yah, bagi saya yang merupakan pendatang dalam hitungan bulan di jakarta, itu saja yang kuketahui tentang Harmoni. Tapi sempat muncul pertanyaan, bagus sekali nama daerah ini, "Harmoni". Pertanyaan tersebut memunculkan rasa penasaranku, bagaimana Harmoni ini di jaman dulu?

Lama rasa penasaran dan pertanyaan tersebut menghilang, kemudian setelah aku membaca novel yang berjudul Namaku Mata Hari, rasa penasaranku sedikit terjawab. Novel tersebut menceritakan tentang kisah hidup Mata Hari, seorang yang pernah ikut suaminya bertugas dan tinggal di Indonesia, kemudian dia berpisah dengan suaminya dan menjadi seorang penari merangkap pelacur. Awal karirnya dimulai di Batavia, dia tampil rutin di Societeit Harmonie. Kemudian karirnya makin mantap di Perancis, banyak sekali undangan menari dan juga undangan 'privasi' oleh pejabat-pejabat tinggi saat itu. Mata Hari adalah tokoh nyata, dia bertemu dengan mautnya dalam hukuman mati yang dijatuhkan padanya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi, karena dia adalah double agent, agent Jerman dan sekaligus agent Perancis saat Perang Dunia I pecah, dimana Jerman dan Perancis saling bermusuhan saat itu. Waww pemberani sekali wanita ini mengambil resiko tersebut..

Seperti yang saya sebutkan di atas, Mata Hari memulai awal karir nya di Batavia, dan tampil rutin di Societeit Harmonie. Hei, tahukah Anda dimanakah Societeit Harmonie yang dimaksud?
 
Source : Google image searching

Societeit Harmonie adalah gedung pusat berkumpulnya orang-orang Belanda semasa kita belum merdeka. Letaknya di pojok jalan Veteran dan jalan Majapahit. Mata Hari dulu tampil disitu secara rutin, selain itu setiap malam minggu orang-orang Belanda juga berkumpul disitu. Jadi, dapat disimpulkan, sepertinya di daerah tersebut (harmoni) adalah pusat keramaian kota atau bisa disebut kawasan sibuk. Dimanakah lokasi gedung tersebut?

Anda tahu kan lapangan parkir di halaman kantor seketariat negara -dekat dengan harmoni busway- yang luas itu? Ya, disitulah gedung Societeit Harmonie dulu berdiri. Mengapa sekarang tidak ada? Karena gedung tesebut dirobohkan pada Maret 1985 untuk perluasan jalan. 

Tidak hanya ada Societeit Harmonie saja di daerah tersebut, ada lagi yang menguatkan bahwa Harmoni adalah kawasan sibuk pada jaman itu. Anda tahu Duta Merlin tempat pusat perbelanjaan di Harmoni? Bangunan tersebut dulunya adalah hotel Des Indies, yang katanya bisa disejajarkan dengan Hotel Raffles di Singapura. Namun sekarang sudah tidak tampak lagi seperti hotel berbintang, melainkan pusat perbelanjaan.

Oh ya, ada satu lagi yang aku tahu, apakah anda tahu jembatan di dekat trafficlight veteran harmoni? Apakah anda menyadarinya, di atas jembatan tersebut terdapat patung hermes. Mengapa saya perlu bertanya 'apakah anda menyadarinya', karena saya nggak begitu perhatian dan mungkin tidak begitu memperdulikan ada apa diatas jembatan itu. Patung Hermes berupa sosok orang dengan pandangan mata keatas, dan tangan kanan menunjuk juga ke arah atas. Menurut mitologi Yunani, Dewa Hermes merupakan pelindung para pedagang.
Source : Google image searching

Wah semakin kuat lagi dugaan bahwa kawasan Harmoni adalah kawasan sibuk dan pusat keramaian kota di jaman dulu. Mungkin di daerah tersebut terdapat pusat perdagangan juga ya, sehingga saat itu perlu dipasang patung Hermes di jembatan tersebut. Tinggal patung ini saja yang tersisa (walau hanya replika) dan dapat kita lihat saat ini, gedung Societeit Harmonie dan Hotel Des Indes tak bisa kita ketahui seperti apa bentuknya, karena gedung tersebut diratakan. Memang gedung-gedung ini digunakan untuk kepentingan Belanda saat itu, dan mungkin tidak begitu berarti untuk memperingati sejarah Indonesia, jadi perobohan gedung adalah keputusan yang diambil.

Katanya di kawasan harmoni juga terdapat perpusatakan Batavian Society of Arts and Sciences (disebutkan juga di kisah Mata Hari), tapi aku masih belum mendapatkan sumber yang tepat dimana letak perpustakaan tersebut. Selain itu masih ada yang membuatku penasaran. Taukah anda gedung yang juga terdapat diujung jalan veteran dan bersebrangan tepat di depan ujung gedung Sekretariat Negara? Gedung tersebut seperti gedung yang terbengkalai, tidak digunakan, dan sudah usang. Apakah gedung tersebut juga mempunyai cerita di jaman dulu sebelum kita merdeka ataukah tidak? Aku tidak mengerti.


Referensi :
Novel "Namaku Mata Hari"


Rabu, 27 Juni 2012

Pengalaman donor darah di kantor pusat pertamina

Kali ini aku ikut donor darah di kantor pusat pertamina.. Kantor pertamina kantor pusat mengadakan acara rutin donor darah setiap 3 bulan sekali. Jadi bagi kary atau mitra kerja yg ingin rutin mendonorkan darah bisa ikut donor darah rutin disini.

Setelah melakukan pndaftaran di meja pndaftaran, tinggal mnunggu giliran dipanggil untuk mlakukan tes hemoglobin dan tekanan darah. Selanjutnya jika tes tersebut lolos maka langsung deh berbaring di kasur donor.

Lumayan juga antrian disini.. Tapi pelayanannya cukup cepat kok. Aku datang ke meja pndaftaran sekitar jam 07.45 dan mendapatkan nomor antrian 231. Waww pikirku.. Setelah sekian lama menunggu sekitar pukul 09.00 aku dipanggil untuk tes, dan aku lolos.. Dokter disana langsung mengarahkan aku untuk menuju ke tempat pendonoran darah.

Menurutku dg jumlah antrian yg banyak tersebut, pelayanannya cepat kok.. Setelah selesai donor maka dapat oleh-oleh.. Hehe berupa tas bingkisan yg di dalamnya trdapat 2 dus susu bubuk dancow, 2 kotak roti dan 1 susu ultramilk. Mantap dah bingkisannya,bikin doyan donor darah deh..

Ayukk ikutan donor yuk.. Saat jarum ditusukkan ga kerasa sakit kok. Bener deh kali ini rasanya kayak digigit semut. Setelah itu juga ga kerasa lemes, yg penting saat donor, tubuh harus dalam kondisi fit dan sudah sarapan dulu sebelumnya...

Selain acara donor darah, hari ini pertamina menyumbangkan 3 mobil donor yang akan dioperasikan di daerah, salah satunya di maumere.


Selasa, 10 April 2012

Review Buku HUMAIRA

Judul Buku : Humaira
Penulis : Kamran Pasha

Karya fiksi yang dibuat dengan bereferensikan pada sumber-sumber literatur sejarah Islam. Menceritakan tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW dari sisi pandangan Aisyah, istrinya. Ceritanya sangat menyentuh, seakan-akan saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh Aisyah saat itu.

Buku ini menceritakan semenjak Aisyah masih kecil. Saat itu khadijah masih dengan setia mendampingi Rasul melewati masa-masa sulit saat penyebaran Agama Islam di Mekkah. Hingga akhirnya Khadijah meninggal, dan Rasul menikahi saudah, dan kemudian Aisyah. Kemudian Aisyah mulai mendampingi Rasul saat penyebaran Agama Islam yang dimulai di madinah saat itu.

Bagaimana Beliau membangun bangsa yang bersatu, yang sebelumnya hanyalah bangsa Arab yang tercerai berai mengelompok pada masing-masing klan nya. Hingga akhirnya jumlah umat Islam sangat banyak, hingga lahir suatu imperium. Beliau adalah sosok yang luar biasa, yang dapat memimpin perang dengan strategi yang baik, yang dapat menyatukan umat dan membentuk bangsa yang kuat.

Akan tetapi saat Beliau mangkat, ancaman terpecah belahnya umat mulai muncul. Kepemimpinan saat itu digantikan oleh para khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abu Tholib. Banyak tragedi yang muncul saat pemerintahan masing-masing khalifah.

Walau ini hanyalah cerita fiksi, pada akhir tulisan, penulis menegaskan bahwa karya fiksi ini didasarkan pada literatur sejarah Islam. Dan penulis juga menyebutkan beberapa referensi yang dia andalkan dalam penulisan buku ini.

Bagi saya, buku ini memudahkan saya dalam memahami dan menyelami sejarah Islam. Sebelumnya saya kesulitan dalam memahami sejarah Islam yang saya dapatkan dari buku-buku SD saya (jaman dulu banget). Sedangkan dengan buku ini yang ditulis berupa novel, saya seakan-akan merasakan dan berada pada zaman tersebut. Buku ini saya rekomendasikan untuk teman-teman semua.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text